FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Pontianak resmi menyerahkan bantuan berupa 17 unit kendaraan roda tiga kepada sejumlah kelompok masyarakat pada Jumat (10/7/2026).
Bantuan sarana transportasi angkutan ini diberikan secara khusus untuk mendukung optimalisasi pengelolaan sampah di Pontianak yang berbasis lingkungan warga.
Penyerahan belasan unit kendaraan pengangkut limbah tersebut dilaksanakan secara langsung di halaman Kantor Wali Kota Pontianak.
Pengurus Organisasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Jalan Karet Suryanto menyambut baik penyaluran bantuan operasional dari pemerintah daerah tersebut.
Suryanto mengungkapkan bahwa bantuan kendaraan roda tiga ini sangat meringankan beban warga dalam mengelola kebersihan di tingkat kawasan permukiman.
Sebelumnya para warga setempat terpaksa hanya menggunakan karung dan sepeda motor pribadi untuk mengangkut tumpukan sisa limbah rumah tangga.
“Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak, sebuah kendaraan roda tiga yang sangat bermanfaat buat masyarakat lingkungan di Jalan Karet,” ujarnya usai menerima bantuan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (10/7/2026).
Suryanto memastikan kendaraan roda tiga tersebut akan langsung dimanfaatkan untuk menata kawasan tempat tinggal warga agar jauh lebih bersih.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Usmulyono menjelaskan bahwa bantuan operasional ini memang murni ditujukan bagi para kelompok penggerak kebersihan.
“Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang sudah eksis mengelola sampah di daerahnya,” ujarnya.
Usmulyono memaparkan bahwa jarak tempat pembuangan sementara yang cukup jauh seringkali menjadi kendala utama bagi kelompok masyarakat pemerhati lingkungan.
“Hambatan mereka adalah TPS yang jauh. Inilah wujud pemerintah daerah membantu mereka. Setelah mereka memilah, residunya yang mereka antar ke TPS,” jelasnya.
Pihak dinas menegaskan bahwa kelompok masyarakat harus melakukan pendataan detail terhadap setiap jenis limbah yang berhasil dikumpulkan dan dipilah harian.
“Kita minta mereka mengolah dulu, mendata berapa yang dikumpulkan, berapa yang bisa dikurangi. Residunya saja yang diantar ke TPS,” katanya.
Usmulyono berharap pemberian sarana fisik ini mampu mendorong efektivitas pengelolaan sampah di Pontianak agar tidak semuanya berakhir menumpuk di tempat pemrosesan akhir.
Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak tercatat tengah melakukan pembinaan intensif terhadap dua belas lebih unit bank sampah yang beroperasi.
“Kita harapkan bank sampah ini berkembang terus. Yang kita harapkan adalah pengurangannya, jadi tidak semua sampah masuk ke TPA,” pungkasnya.
(*Red)
