Tekan Beban Pemrosesan Akhir DLH Pontianak Dorong Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau tumpukan sampah di TPA Batulayang Pontianak Utara. (Dok. HO/Faktanasional)

FAKTANASIONAL.NET – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak terus mendorong partisipasi warga dalam menekan timbulan limbah harian yang mencapai 480,213 ton per hari pada Sabtu (11/7/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun lalu angka pengurangan limbah lingkungan di kota tersebut tercatat baru mencapai 18,87 persen.

Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 377,83 ton limbah dari masyarakat masih harus dibuang secara langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir setiap harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Usmulyono menyatakan bahwa upaya pengurangan kini difokuskan dengan menyediakan fasilitas TPS 3R di setiap wilayah kecamatan.

Fasilitas pengolahan ini memiliki peran strategis untuk mengurangi dan memilah limbah harian warga sejak dari lokasi tempat pengumpulan awal.

Sampah yang masuk tidak akan langsung dibuang seluruhnya ke tempat pemrosesan akhir karena harus dipilah dan dikelola terlebih dahulu oleh petugas.

“Wujudnya TPS 3R. Jadi sampah yang masuk kita kurangi, residunya saja yang kita buang,” katanya.

Usmulyono menegaskan bahwa konsep pengurangan ini hanya akan berhasil jika Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dapat berjalan secara disiplin di tingkat warga.

Tanggung jawab pengelolaan limbah sisa konsumsi tidak bisa lagi hanya dibebankan sepenuhnya kepada petugas kebersihan dari pemerintah daerah.

Limbah harian seharusnya mulai dikelola dan dipisahkan secara mandiri sejak dari lingkungan keluarga hingga ke tingkat rukun warga.

Pemerintah daerah berharap masyarakat semakin terbiasa untuk memisahkan sampah organik agar dapat diolah menjadi produk pupuk kompos.

Barang bekas yang masih bernilai ekonomi juga dapat disalurkan secara langsung melalui fasilitas bank sampah yang ada di lingkungan warga sekitar.

Kebiasaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang baik diyakini mampu menekan secara signifikan beban kerja armada angkutan kebersihan.

“Pengolahan sampah harus dimulai dari rumah dan di tingkat wilayah. Kalau residunya saja yang dibuang, beban pengangkutan dan TPA akan jauh berkurang,” pungkasnya.

(*Red)

Exit mobile version