TAK jauh beda dengan keterangan pers Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna sebelumnya, keterangan pers Jampidsus, Febrie Ardiansyah, yang kurang lebih 8 (delapan) poin—08 berarti Presiden Prabowo, entah ada kaitannya atau tidak—juga persis sama atau beda-beda tipis saja.
Intinya, Jampidsus, Febrie Adriansyah, menghormati semua proses hukum yang sedang dijalankan penyidik Polri. Sementara itu ia (Jampidsus) tetap fokus dengan tugas-tugasnya, terutama melengkapi semua berkas terkait kasus, BGN misalnya, agar segera dilimpahkan ke Pengadilan.
Kesan persaingan antar lembaga coba ditepis oleh Jampidsus. Tapi dengan menyebut secara khusus kasus BGN dan PKH seperti yang juga banyak dikaitkan publik, maka kesan persaingan itu tetap terasa. Minimal, aromanya tercium juga.
Jampidsus Febrie Ardiansyah membantah semua tuduhan di publik, terkait uang-uang yang ditemukan di Cafe Cipete, Jakarta Selatan, termasuk yang di Money Changer. Sedangkan yang ditemukan di rumah pribadi Jampidsus di Sentul, menurutnya, semua bisa dijelaskan pemiliknya, termasuk keberadaan rumah itu sendiri.
