KALAU seorang jagoan melihat anak buah berkelahi bukannya dilerai (dipisah), tapi malah dibuatkan ring dan ditonton bersama-sama siapa yang paling jago.
Kira-kira begitulah pendekatan yang dilakukan Presiden Prabowo terkait penggeledahan rumah pribadi Jampidsus Kejagung dan beberapa tempat lainnya, oleh Penyidik Kortas Tipikor Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.
Berbeda dengan Presiden Jokowi sebelumnya, yang juga terjadi kasus yang hampir mirip, atau mungkin Presiden-presiden lainnya; paling hanya pimpinan dari anak buahnya itu saja yang dipanggil, lalu tiba-tiba saja masalahnya selesai, dan publik tak pernah tahu, apa yang sebenarnya terjadi?
Semua seperti biasa lagi menunggu masalah baru muncul kembali.
Dua hari ini, Presiden Prabowo malah berturut-turut meresmikan pemakaian Biosolar B50 di Tol Jakarta dan Cikampek, Kerawang, Jawa Barat. Kemudian meresmikan 5 Bendungan di 5 lokasi berbeda dan dipusatkan di Lombok Barat, NTB.
Tak sedikitpun Presiden Prabowo menyinggung persoalan yang lagi ramai disorot publik terkait Polisi dan Jaksa.
Saat berpidato di Lombok Barat, ada sedikit yang mengarah pada persoalan di Jakarta, tapi Presiden Prabowo hanya menyinggung secara normatif saja.
Misalnya, ajakan untuk para pejabat, termasuk TNI, Polri, dan Jaksa, untuk introspeksi diri. Kemudian, kegeramannya pada koruptor, dan kepastian hukum untuk semua, bukan orang berkuasa dan kaya saja.
Setelah melihat kinerja Kejaksaan memberantas korupsi selama ini, tentu Presiden Prabowo ingin juga melihat kinerja Kepolisian dalam memberantas korupsi.
