Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya yang Mendekati Permukiman Warga

Tim gabungan melakukan proses pendinginan usai memadamkan api yang membakar lahan gambut di wilayah Kecamatan Rasau Jaya. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Tim gabungan memadamkan kebakaran lahan gambut di Kubu Raya yang melanda wilayah Kecamatan Rasau Jaya dan Kecamatan Sungai Raya pada Sabtu (11/7/2026).

Proses pemadaman ini melibatkan unsur kepolisian Badan Nasional Penanggulangan Bencana Manggala Agni Kesatuan Pengelolaan Hutan hingga regu pemadam kebakaran swasta.

Titik api terbesar ditemukan berpusat di Dusun Rasau Karya Desa Rasau Jaya Umum dengan luas area terdampak mencapai tiga hektare.

Titik kebakaran ini menjadi perhatian khusus tim gabungan karena jaraknya hanya sekitar 363 meter dari kawasan permukiman warga setempat.

Petugas di lapangan telah berhasil meredam kobaran api utama namun mereka tetap bersiaga penuh untuk mencegah potensi kemunculan titik api baru.

Karakteristik wilayah yang didominasi oleh tanah gambut dalam serta tegakan pohon akasia membuat penanganan kebakaran memerlukan waktu yang cukup lama.

Kondisi lahan gambut menyebabkan api sangat mudah menjalar secara tersembunyi di bawah permukaan tanah meski bagian atasnya sudah terlihat padam.

Personel kepolisian bersama seluruh elemen tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau ketat dan memastikan tidak ada api yang menyala kembali.

Sementara itu keberhasilan mencegah meluasnya area kebakaran juga ditunjukkan oleh personel kepolisian wilayah Sungai Raya saat melakukan patroli gerak cepat.

Petugas patroli tersebut secara tidak sengaja menemukan titik api yang membakar lahan seluas setengah hektare di Parit Sembin Desa Parit Baru.

Tim yang sedang bertugas segera merespons temuan tersebut dengan melakukan lokalisasi area pemadaman serta proses pendinginan secara berkelanjutan.

Respons cepat tersebut sukses mengunci pergerakan api sehingga area kebakaran lahan gambut di Kubu Raya tidak meluas menuju wilayah permukiman warga lainnya.

Sinergi antar instansi ini diharapkan mampu mempercepat proses penanganan bencana lingkungan yang rutin terjadi pada puncak musim kemarau setiap tahunnya.

(*Red)

Exit mobile version