Hukum  

Haidar Alwi: Financial Genealogy Setiap Lembar Dolar Kasus Jampidsus Febrie Harus Ditelisik

Ia juga menyatakan indikasi tersebut harus diperkuat dengan data penarikan, transaksi penukaran, rekaman kamera pengawas, dan keterangan pihak yang melakukan penyerahan.

Apabila dua lembar ditemukan memiliki nomor seri identik, penyidik harus segera menguji kemungkinan kesalahan pencatatan, duplikasi foto, atau peredaran uang palsu. Pemeriksaan tersebut seharusnya tidak berhenti pada koordinasi umum dengan FBI atau Kedutaan Amerika Serikat.

“Polri perlu memastikan keterlibatan lembaga yang memiliki kompetensi khusus dalam autentikasi mata uang, termasuk U.S. Secret Service, serta memperoleh laporan ahli resmi yang menjelaskan identitas pemeriksa, metode pengujian, daftar uang yang diperiksa, dan kesimpulan terhadap setiap kelompok barang,” jelasnya.

Skenario pembuktian paling kuat dapat muncul apabila data transaksi Koin Money Changer menunjukkan jumlah, denominasi, waktu, pelanggan, atau pola serial yang cocok dengan uang yang ditemukan di De’Clan atau Sentul. Kecocokan tersebut dapat mengubah posisi money changer dari lokasi penyitaan menjadi simpul penting dalam jalur asal, pengubahan bentuk, atau distribusi uang.

Bermain pada Wilayah Mesin

Penyidikan juga harus bergerak ke ranah forensik digital dengan menyita dan memeriksa mesin penghitung uang, mesin pendeteksi valuta asing, komputer pengendali, printer label, perangkat penyimpanan, serta aplikasi pembukuan yang digunakan pada seluruh lokasi terkait.

Sebagian mesin modern dapat menyimpan data mengenai waktu penggunaan, jumlah uang yang dihitung, denominasi, atau lembar yang ditolak karena dianggap bermasalah. Kemampuan tersebut bergantung pada jenis dan konfigurasi perangkat, sehingga penyidik harus melakukan ekstraksi forensik terhadap setiap mesin dan sistem pendukungnya.

Apabila riwayat perangkat menunjukkan aktivitas penghitungan bernilai jutaan dolar sesaat sebelum penggeledahan, data waktu tersebut dapat menjadi bukti penguasaan aktif. Informasi itu kemudian harus dicocokkan dengan rekaman CCTV, posisi telepon seluler, komunikasi elektronik, dan identitas orang yang berada di lokasi.

“Penguasaan aktif tidak hanya dibuktikan oleh kepemilikan rumah atau nama pada akta, tetapi juga oleh akses, tindakan, perintah, dan kendali nyata terhadap barang,” kata Haidar.

Lebih dari itu, Haidar mengatakan Koin Money Changer juga harus diaudit berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang mewajibkan penyelenggara penukaran valuta asing menatausahakan data pengguna jasa dan dokumen transaksi.

Menyusuri Aktivitas Seputar Uang

Penyidik harus memperoleh jurnal pembelian dan penjualan valuta, identitas pelanggan, data pemilik manfaat, kuitansi, sumber pasokan dolar, rekening pembayaran, stok kas harian, rekaman CCTV, komunikasi pegawai, serta laporan transaksi tunai dan transaksi mencurigakan kepada PPATK.

Nama orang yang datang ke loket tidak selalu identik dengan pemilik dana. Ia dapat bertindak sebagai kurir, pegawai, sopir, pemegang kuasa, nominee, atau perantara.

Penelusuran harus bergerak dari orang yang melakukan transaksi menuju pihak yang menyediakan rupiah, pihak yang memberi instruksi, pihak yang menerima dolar, dan pihak yang memperoleh manfaat akhirnya.

Apabila transaksi resmi dalam jumlah jutaan dolar tidak meninggalkan catatan yang memadai, penyidik harus menguji dugaan transaksi di luar pembukuan, pemecahan transaksi, penggunaan identitas pihak lain, manipulasi stok, atau penghapusan data setelah perkara mencuat.

“Ketiadaan dokumen tidak boleh serta-merta dianggap membuktikan tindak pidana, tetapi merupakan anomali yang wajib dijelaskan melalui audit, pemeriksaan digital, dan keterangan para pegawai,” tegas Haidar.

Analisis Lintas Rekening

Haidar Alwi mendorong PPATK harus menyusun analisis lintas rekening, lintas orang, lintas badan usaha, dan lintas periode. Pemeriksaan tidak boleh dibatasi pada pemilik formal rekening.

Yang harus dicari adalah siapa yang menyetorkan dana, siapa yang melakukan penarikan, siapa yang memberikan instruksi, siapa yang memperoleh valuta asing, serta siapa yang menikmati manfaat setelah uang berubah bentuk menjadi dolar dan dipindahkan ke lokasi penyimpanan.

Jika dolar berasal dari penarikan bank, harus ada rekening sumber, formulir penarikan, identitas pengambil, data teller, rekaman CCTV, serta bukti mengenai kendaraan yang digunakan. Jika berasal dari money changer, harus ditemukan sumber rupiah, kurs, kuitansi, waktu transaksi, identitas pengguna jasa, dan pemilik manfaatnya.

“Jika dibawa dari luar negeri, penyidik harus memeriksa deklarasi pembawaan uang tunai, catatan imigrasi, data penerbangan, bagasi, perjalanan pihak terkait, dan orang yang melakukan pengangkutan,” cetus Haidar.

Silsilah keuangan juga harus mencakup perjalanan fisik uang. Gabungan berat dolar dari Sentul dan De’Clan mencapai sekitar 56,6 kilogram. Jika ditambah emas seberat 74 kilogram, berat dua jenis barang itu saja telah melampaui 130 kilogram, belum termasuk dolar Singapura, koper, dan kemasan lainnya.

“Perpindahan barang seberat itu membutuhkan perencanaan, kendaraan, akses lokasi, dan kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang,” ungkap Haidar.

Penyidik harus menelusuri siapa yang membeli atau menyediakan koper, kapan koper masuk ke rumah, kendaraan apa yang mengangkut, siapa membuka gerbang, siapa membantu menurunkan, siapa mengetahui tempat penyimpanan, siapa memegang kunci atau kombinasi brankas, dan siapa yang terakhir mengaksesnya sebelum penggeledahan.

Data tol, rekaman CCTV lingkungan, catatan petugas keamanan, lokasi perangkat komunikasi, serta keterangan sopir dan pekerja harus ditempatkan dalam satu garis waktu.

Seluruh temuan fisik, transaksi, digital, dan logistik harus dihubungkan dengan tiga klaster perkara yang sedang disidik, yaitu tata kelola pertambangan batu bara, penanganan perkara ASABRI atau Jiwasraya, serta proses penyelesaian utang PT Cahaya Baja Sukses kepada entitas Krakatau.

“Tahun emisi pada uang tidak membuktikan kapan uang diperoleh karena uang seri lama dapat berpindah tangan pada 2026. Waktu perolehan harus ditentukan melalui pita bank, kuitansi, komunikasi, rekaman kamera, aktivitas mesin, dan data perjalanan,” jelasnya.

Konstruksi TPPU akan memperoleh kekuatan ketika terdapat kesesuaian waktu antara tindakan atau keputusan tertentu dengan penarikan dana, pembelian valuta, penyerahan tunai, penghitungan, pengangkutan, dan penyimpanan uang.

Tanpa jembatan waktu dan bukti hubungan tersebut, jutaan dolar dapat diperdebatkan sebagai simpanan, titipan, aset bisnis, atau barang milik pihak lain.

Karena itu, keberhasilan penyidikan tidak dapat diukur hanya dari keberhasilan membuktikan bahwa dolar tersebut asli. Penegak hukum harus membangun akta kelahiran forensik bagi setiap bundel dan identitas digital bagi setiap lembar uang.

Keaslian menjawab nilai bendanya. Nomor seri dan pita pengikat membantu membaca asal kelompoknya. Dokumen bank dan money changer menjelaskan sumber transaksinya. CCTV, data komunikasi, dan jejak kendaraan menunjukkan perpindahannya. Bukti akses dan penguasaan menunjukkan siapa yang mengendalikannya. Hubungan waktu dengan perkara yang sedang ditangani dapat mengungkap dugaan asal pidananya.

Brankas hanya menunjukkan tempat perjalanan uang berakhir. Penyidikan pencucian uang yang serius harus berjalan mundur dari setiap lembar dolar sampai menemukan sumber terakhir yang tercatat, orang yang mengeluarkan, pihak yang membawa, tangan yang menguasai, dan pemilik manfaat yang sesungguhnya.

“Tanpa silsilah keuangan yang utuh, jutaan dolar itu hanya akan menjadi tontonan konferensi pers—besar nominalnya, berat fisiknya, dan menggemparkan tampilannya, tetapi dibiarkan tanpa asal-usul, tanpa pemilik manfaat, dan tanpa alamat pidana yang dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan,” tuntas Haidar Alwi.