Opini  

Harga Diri Rakyat Sebagai Majikan

LOGIKA kita sudah cacat! Banyak dari kita yang masih mengemis dan mencium tangan pejabat saat menerima bansos atau perbaikan jalan. Kita mengira itu “sedekah” dari kebaikan hati mereka.

Salah besar! Itu semua dibeli pakai uang pajak dari tetesan keringat Anda sendiri. Mereka itu buruh yang kita gaji, bukan dewa penolong!

Jika otak Anda masih dicocok mental pengemis, ingatlah sejarah nyata Revolusi EDSA 1986 di Filipina.

Kala itu, Diktator Ferdinand Marcos menumpuk harta gila-gilaan, sementara rakyatnya dibuat miskin, bodoh, dan tergantung pada “bantuan pemerintah” agar tetap tunduk.

Tapi saat rakyat muak, 3 juta orang turun ke jalan tanpa senjata. Sementara Marcos mengirim tank baja untuk melindas mereka.

Namun, para ibu dan suster justru maju ke garis depan, memeluk ban tank, dan berkata kepada tentara: “Jangan tembak, seragam dan senjatamu itu kami yang beli! Jangan tembak majikanmu sendiri!”

Exit mobile version