Penyakit Epilepsi Kumat Diduga Kuat Picu Perempuan Tenggelam di Sanggau

Insiden Perempuan Tenggelam di Sanggau diduga kuat dipicu oleh riwayat penyakit epilepsi yang kambuh secara mendadak saat korban mandi di aliran sungai. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Seorang warga berinisial LN berusia 25 tahun diduga kuat mengalami kejang epilepsi sebelum akhirnya tenggelam di aliran Sungai Kapuas Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau pada Minggu (12/7/2026).

Peristiwa Perempuan Tenggelam di Sanggau ini pertama kali disaksikan oleh seorang kerabat korban bernama Sunaryo yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Pria berusia 64 tahun tersebut melihat korban secara tiba-tiba terjun ke dalam sungai dari arah jamban belakang rumah.

Saksi mata sempat memperhatikan kondisi korban yang terombang-ambing namun beberapa saat kemudian tubuhnya tidak lagi muncul ke atas permukaan air.

Melihat kejadian yang sangat cepat tersebut Sunaryo langsung berteriak histeris untuk meminta pertolongan darurat kepada warga sekitar permukiman.

Masyarakat desa yang mendengar teriakan saksi langsung berdatangan dan berupaya melakukan pencarian secara spontan di titik jatuhnya korban.

Aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian turut meminta keterangan dari warga lain bernama Ema Susanti untuk menyusun kronologi utuh hilangnya korban.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan dari pihak keluarga polisi mendapati fakta bahwa korban selama ini memang memiliki riwayat penyakit epilepsi kronis.

Keluarga korban sebelumnya sudah sering melarang wanita tersebut untuk beraktivitas mandi langsung di aliran sungai demi alasan keamanan nyawanya.

Insiden Perempuan Tenggelam di Sanggau ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga pesisir yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi kesehatan khusus.

Kepala Kepolisian Sektor Meliau Supar meminta masyarakat luas untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di dekat perairan yang berarus deras.

“Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat. Langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan para saksi, mendata identitas korban, serta berkoordinasi dengan BPBD dan masyarakat untuk melakukan pencarian secara maksimal. Saat ini fokus utama kami adalah menemukan korban secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujar Supar.

Pengawasan melekat terhadap anggota keluarga yang rentan sakit dinilai sebagai langkah mutlak demi mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.

(*Red)