Dibagi untuk Wilayah Banten dan Aceh
Secara rinci, muatan yang dibawa oleh kapal PG1 terdiri atas 23 ribu metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane. Total volume tersebut diperkirakan setara dengan kebutuhan sekitar 15,2 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram.
Setibanya di perairan Indonesia, pasokan LPG ini tidak dibongkar di satu lokasi saja. Sebanyak 26 ribu metrik ton LPG dijadwalkan dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten. Sementara itu, sisa muatan sebesar 19,9 ribu metrik ton akan dibongkar di Terminal LPG Arun, Lhokseumawe, Aceh.
Nantinya, pasokan tersebut akan langsung memperkuat stok nasional sebelum disalurkan ke masyarakat dan sektor industri melalui jaringan infrastruktur Pertamina Patra Niaga.
Kitty menambahkan bahwa pengadaan LPG dari luar negeri ini merupakan bagian dari pengelolaan rantai pasok terintegrasi yang mencakup aspek pengadaan, transportasi, penyimpanan, hingga distribusi ke konsumen akhir.
“Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran proses pengiriman jarak jauh ini, Pertamina menyatakan bahwa seluruh tahapan operasional dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan agar muatan tiba sesuai jadwal.
Sebagai subholding commercial and trading, Pertamina Patra Niaga juga menyatakan akan terus memperkuat sistem logistik melalui optimalisasi armada pengangkutan dan infrastruktur terminal.
Baca Juga: Badai Geopolitik Global! Presiden Prabowo Pasang Badan Pastikan BBM dan LPG 3 KG Tidak Naik
