Ia menilai kehadiran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah dalam forum ini menjadi momentum strategis untuk mencari titik temu atas persoalan yang selama ini dihadapi daerah.
Gus Jazil mengingatkan bahwa kekuatan struktural Jawa Timur di sektor industri dan pertanian harus berbanding lurus dengan terjaganya daya beli masyarakat. Baginya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya akan bermakna apabila dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kemampuan konsumsi yang stabil. ”Sebagai provinsi yang memiliki basis industri dan pertanian yang besar, kita berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik,” urainya.
Pertemuan Banggar DPR RI dengan pemangku kepentingan fiskal di Jawa Timur ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Banggar DPR RI dalam memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan kebijakan anggaran negara memberi dampak nyata bagi masyarakat di daerah.
