Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Perekonomian Rp58,9 Miliar

Asep mengatakan, belanja peserta tidak hanya dinikmati oleh sektor penyelenggara acara, tetapi juga mengalir ke berbagai lapangan usaha, seperti transportasi, hotel, restoran, perdagangan, industri pengolahan, hingga jasa lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Asep menururkan, hasil analisis menunjukkan bahwa penyelenggaraan event seperti Riau Bhayangkara Run tidak hanya memberikan dampak ekonomi secara langsung melalui pengeluaran peserta, tetapi juga menciptakan efek lanjutan pada berbagai sektor usaha yang saling terhubung dalam struktur perekonomian daerah.

“Dengan demikian, kegiatan seperti ini memiliki kontribusi yang positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, struktur pengeluaran peserta didominasi oleh pembelian perlengkapan olahraga, transportasi, konsumsi, akomodasi, dan oleh-oleh.

Sementara peserta yang berasal dari luar Kota Pekanbaru cenderung memiliki pengeluaran lebih besar untuk transportasi, hotel, dan makan minum, sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap sektor jasa dan pariwisata lokal.

Selain itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa 95,4 persen responden meyakini Riau Bhayangkara Run mampu mendorong perekonomian masyarakat, sedangkan 98 persen peserta menyatakan bersedia kembali mengikuti event serupa.

“Temuan tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan peserta terhadap manfaat ekonomi sekaligus kualitas penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026,” ungkap Asep.

Sementara itu, Event Director Sumatera Satu Event Organizers, Rissandro Dian Pratama, mengatakan dampak ekonomi yang dihasilkan Riau Bhayangkara Run 2026 merupakan buah dari perencanaan penyelenggaraan yang berorientasi pada pengalaman peserta (participant experience).

Sejak awal, panitia bersama Polda Riau merancang seluruh rangkaian kegiatan agar peserta tidak hanya datang untuk mengikuti lomba, tetapi juga menikmati berbagai layanan dan potensi yang dimiliki Provinsi Riau.

“Kami tidak hanya fokus pada race day, tetapi membangun sebuah ekosistem event yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat. Mulai dari race pack collection, keterlibatan UMKM, hiburan, hingga kenyamanan peserta selama berada di Pekanbaru dirancang agar memberikan pengalaman terbaik,” katanya.

Rissandro meyakini, ketika peserta datang lebih awal, menginap, menikmati kuliner, menggunakan transportasi lokal, hingga berbelanja, maka manfaatnya akan dirasakan oleh banyak sektor.

“Hasil analisis BPS yang menunjukkan adanya efek ekonomi hingga Rp58,9 miliar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event olahraga yang dikelola secara profesional mampu memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi lari,” demikian Rissandro.