Karena itu, ketika istilah tersebut ditemukan dalam buku atau kajian sejarah, maknanya lebih merujuk pada konteks kolonial dan keberadaan tentara Afrika di bawah pemerintahan Belanda.
Bergeser Menjadi Istilah Bernada Peyoratif
Seiring perkembangan zaman, makna Londo Ireng mengalami pergeseran. Dalam perdebatan sosial maupun politik modern, istilah ini kerap digunakan sebagai sindiran bagi individu atau kelompok yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan asing dibanding kepentingan nasional.
Penggunaan istilah tersebut bersifat peyoratif atau bernada merendahkan sehingga sering memunculkan polemik di ruang publik.
Dalam konteks kekinian, Londo Ireng bukan lagi merujuk pada prajurit Afrika, melainkan menjadi label politik terhadap pihak yang dinilai berpihak kepada kepentingan luar negeri.
Dengan demikian, makna istilah Londo Ireng sangat bergantung pada konteks penggunaannya.
Dalam sejarah, ia merupakan julukan bagi tentara kolonial Belanda asal Afrika, sedangkan dalam diskursus politik masa kini istilah tersebut lebih sering dipakai sebagai metafora atau sindiran terhadap pihak yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan bangsa.[dit]










