Opini  

Baru Kali Ini Nemu Wali Kota Ngamuk “Gua Segel Loe!”

BIASANYA kepala daerah suka jaim di hadapan publik. Beda dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia ngamuk, nunjuk-nunjuk pemilik kafe yang nebang 10 pohon mahoni.

Saya baru kali ini melihat wali kota marah seperti sedang menjadi pemeran utama film bencana. Datangnya bukan diam-diam, tetapi membawa rombongan, Satpol PP, wartawan, dan kamera. Rasanya bukan inspeksi lapangan, melainkan konser rock yang tiketnya dibayar dengan rasa panik.

Farhan awalnya berkeliling memeriksa bekas sepuluh pohon mahoni yang ditebang tanpa izin di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau serta kawasan Cihapit. Yang tersisa hanya tunggul sudah ditutup semen dan rumput. Entah siapa punya ide itu. Mungkin pelakunya mengira menutup bekas pohon dengan rumput sama ampuhnya seperti menyembunyikan Gedung Sate memakai payung. Pohonnya hilang, logikanya ikut pensiun.

Lalu terdengar tawa. Seketika suasana berubah. Burung gereja mungkin langsung pindah domisili ke Lembang. Batagor terasa kehilangan gurihnya. Bahkan Tangkuban Parahu seolah mengintip sambil berkata, “Waduh, hari ini Bandung Lautan Amarah.”

Farhan pun meledak. “Gue segel nih tempatnya! Jangan ketawa lu! Gua serius gua segel nih tempat! Begitu terbukti ini tempat bayar orang potong pohon di sini, gua segel semuanya! Ketawa lu sekarang! Ayo ketawa!”

Kalimat itu meluncur seperti petir yang baru lulus pendidikan militer. Ada pula versi singkatnya cukup membuat lutut siapa pun mendadak lemas.

“Gua segel loe!”

Belum selesai. Ada seseorang langsung diperintahkan pergi. “Kalau lu masih kerja sama gue, keluar dari sini sekarang, jangan di situ lagi.”

Exit mobile version