FAKTANASIONAL.NET – Pergerakan pasar keuangan global kembali berubah setelah Amerika Serikat melakukan intervensi terhadap mata uang Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade.
Kebijakan tersebut membuat nilai yen menguat, sementara Bitcoin justru bergerak melemah di tengah reli pasar saham Amerika.
Mengutip BeInCrypto, Jumat (2/8), harga Bitcoin sempat turun mendekati US$63.000 setelah pemerintah AS ikut membeli yen guna membantu Jepang menahan pelemahan mata uangnya.
Langkah Washington dinilai tidak biasa karena terakhir kali membeli yen terjadi pada 17 Juni 1998. Saat itu, berdasarkan catatan Federal Reserve New York yang dikutip dari BeInCrypto, nilai intervensinya mencapai US$833 juta.
Sebelumnya, Jepang lebih dulu melakukan intervensi dengan menjual dolar AS dan membeli yen. Menurut laporan Financial Times yang dikutip BeInCrypto, Federal Reserve New York kemudian turut menjual euro dan membeli yen atas nama Departemen Keuangan AS melalui Goldman Sachs dan Morgan Stanley.
Reuters juga menampilkan foto catatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang memperlihatkan rencana pembelian yen senilai US$5 miliar hingga US$10 miliar. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan intervensi pada 1998.
