Kepuasan terhadap Prabowo Turun Tajam, Kelas Menengah Dinilai Mulai Menjauh

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun Drastis, Penilaian Ekonomi Ikut Memburuk/(ilustrasi)

“Saya membayangkan 51 persen yang puas itu kemungkinan besar berasal dari kelas menengah ke bawah, mereka yang menerima BLT, bansos, MBG, memanfaatkan beasiswa, termasuk Sekolah Rakyat,” katanya.

Hendri juga mengaitkan penurunan kepuasan dengan kondisi ekonomi rumah tangga yang belum membaik.

Fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya-nanya) disebut menjadi gambaran melemahnya daya beli masyarakat.

“Saya menduga ketidakpuasan terjadi pada kelas menengah dan kaum terdidik karena memang banyak program Prabowo kali ini menyasar masyarakat kelas bawah. Saat survei dilakukan, kelas menengah akhirnya memilih back off,” ujarnya.

Meski hanya sekitar 18 persen dari total pemilih, Hendri mengingatkan kelas menengah memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.

Menurutnya, kelompok ini kerap menjadi rujukan di lingkungan sosial sehingga pandangannya dapat memengaruhi sikap masyarakat yang lebih luas terhadap pemerintah.[dit]