Setelah kabar korban meninggal dunia mencuat, sejumlah akun yang diduga terlibat disebut telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis. Namun, berdasarkan informasi yang dikutip dari berbagai unggahan media sosial, pihak keluarga korban menolak permintaan maaf tersebut.
Keluarga meminta agar pihak-pihak yang diduga melontarkan komentar tidak pantas menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
Di sisi lain, warganet juga ramai mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlambatan pelayanan medis serta dugaan pelanggaran etika profesi oleh oknum tenaga kesehatan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak RSAB Harapan Kita maupun instansi terkait mengenai kronologi lengkap penanganan pasien serta dugaan keterlibatan oknum tenaga kesehatan dalam kasus yang viral tersebut.
Masyarakat pun menunggu hasil penyelidikan resmi agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.[dit]
