“Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi. bahkan ada 3 UPT atau kantor BMKG yang ada di Pulau Flores dan juga ada dua pos kami di sana,” ujarnya.
“Jadi ketika gempa terjadi memang ah staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga kita langsung bersama pementa daerah mengambil tindakan-tindakan ah penyelamatan, mendampingi BPBD, mendampingi tim SAR dan sebagainya.”
Gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berakibat korban jiwa, kerusakan bangunan, hingga membuat ribuan warga harus mengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban bencana gempa bumi di NTT sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 orang terluka. (adm)










