Mobil mungil tersebut memakai motor listrik 20 kW dan baterai nickel-cadmium. Panjangnya 3,32 meter dengan lebar 1,6 meter.
Dari Mobil Konsep hingga e-2008, Jalan Panjang Menuju Era Elektrifikasi
Pada 1996, Peugeot memperkenalkan TULIP, konsep mobilitas perkotaan yang menawarkan gagasan car sharing.
Kendaraan tersebut dirancang dengan sistem stasiun, pemesanan, dan pembayaran berbasis teknologi. Konsepnya bahkan sekilas menyerupai layanan berbagi kendaraan yang kini menjadi bagian dari mobilitas modern.
Masih pada tahun yang sama, Peugeot memamerkan Touareg dalam Paris Motor Show. Berbeda dengan SUV Volkswagen yang kemudian populer dengan nama serupa, konsep Peugeot ini berbentuk buggy terbuka.
Touareg menggabungkan mesin bensin satu silinder sebagai generator dengan baterai nickel-cadmium dan motor listrik 35,5 kW. Sistem tersebut membuat jarak tempuhnya mencapai 299 kilometer.
Memasuki 2000, Peugeot menghadirkan tema “City Toyz” di Paris Motor Show. Dari empat konsep yang diperkenalkan, e-doll dan Bobslid menggunakan tenaga listrik.
Keduanya memiliki desain ekstrem, termasuk sistem kemudi yang tidak lazim. e-doll menggunakan model setang seperti sepeda motor, sedangkan Bobslid mengandalkan joystick.
Eksperimen berlanjut melalui Peugeot BB1 pada 2009. City car listrik ini hanya memiliki panjang 2,5 meter dan bobot sekitar 600 kilogram berkat penggunaan bodi serat karbon.
Dengan baterai lithium-ion, BB1 diklaim mampu menempuh 96 kilometer. Meski demikian, konsep tersebut tidak berlanjut menjadi kendaraan produksi massal.
Setahun kemudian, Peugeot EX1 tampil dengan karakter berbeda. Mobil roadster listrik dua tempat duduk itu dibuat untuk memperingati 200 tahun Peugeot.
Mengandalkan dua motor listrik dengan total tenaga 340 hp, EX1 menggunakan struktur karbon ringan dan penggerak empat roda.
Performanya sangat agresif. Akselerasi 0-100 kilometer per jam hanya membutuhkan 2,24 detik, sedangkan kecepatan 243 kilometer per jam dapat dicapai dalam 5,1 detik. Kehebatannya membuat EX1 mencatat enam rekor dunia yang disahkan International Automobile Federation.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya memasuki tahap yang lebih realistis melalui Peugeot e-2008 pada 2019.
SUV listrik ini menjadi salah satu bukti bahwa teknologi elektrifikasi Peugeot mulai diarahkan ke produk yang dapat digunakan konsumen secara luas.
e-2008 membawa motor listrik 100 kW dan baterai 50 kWh. Kemampuan jelajahnya mencapai 331 kilometer tanpa menghasilkan emisi dari knalpot.
Model tersebut juga mendapat perhatian melalui sejumlah penghargaan, termasuk pengakuan desain dari Red Dot Design Award serta predikat “Best Compact Electric Car” dari Diesel Car & Eco Car.
Dari VLV pada masa Perang Dunia II hingga e-2008, perjalanan Peugeot menunjukkan bahwa elektrifikasi bukanlah tren yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai eksperimen yang sempat berhenti sebagai konsep menjadi bagian dari proses panjang Peugeot mencari bentuk kendaraan masa depan.[dit]






