FAKTANASIONAL.NET – Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merosot tajam pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, setelah beredar kabar bahwa perusahaan milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, Jhonlin Grup, berencana mengakuisisi saham perseroan.
Mengutip detikFinance, berdasarkan data RTI Business, saham BYAN turun 6,95% menjadi Rp16.075 per saham hingga penutupan sesi I.
Tekanan jual bahkan membuat saham BYAN sempat anjlok 14,91% ke level Rp14.700 pada awal perdagangan, dibandingkan posisi penutupan Selasa (18/8/2026) di Rp17.275 per saham.
Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Volume transaksi saham BYAN tercatat mencapai 3,79 juta saham dengan nilai Rp61,63 miliar.
Sementara itu, frekuensi perdagangan mencapai 5.251 kali hingga sesi I berakhir.
Penurunan tersebut terjadi setelah saham BYAN sebelumnya mencatat penguatan cukup besar. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham tersebut telah naik 33,68%.
