Ia turut menganjurkan pengusiran massal warga Palestina dari Gaza serta pembangunan kembali permukiman ilegal Israel di wilayah tersebut.
“Saya menganggap seluruh Jalur Gaza sebagai milik kita,” ujar Ben Gvir.
Prancis telah melarang Ben Gvir memasuki wilayahnya. Lebih dari 10 negara, termasuk Belgia, Spanyol, Inggris, Kanada, dan Australia, juga mengambil langkah serupa.
Selain Ben Gvir, Prancis sejak 9 Juni melarang Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich masuk ke negara tersebut. Paris menilai keduanya aktif mendorong aneksasi Tepi Barat dan pemukiman kembali di Gaza.
Barrot mengatakan kemungkinan sanksi tambahan terhadap entitas Israel masih terbuka.
“Untuk ketiga kalinya, pada 28 Mei, kami memberlakukan sanksi Eropa terhadap para pemukim ini. Sanksi lebih lanjut dapat diberlakukan dan semua opsi masih terbuka,” ungkapnya, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (20/8).[dit]











