“Walau tidak seberapa, tapi inilah bentuk kepedulian kami terhadap keadaan saat ini di Kalimantan pada umumnya dan Muara Teweh pada khususnya,”ungkap Owner Holywish yang Humbel itu.
Menurutnya, penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas Satgas Karhutla saja. Dukungan masyarakat dan dunia usaha juga diperlukan, terutama dalam memberikan semangat serta membantu kebutuhan para personel yang bekerja tanpa mengenal lelah dan waktu.
Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap Karhutla tidak selalu harus diwujudkan dengan turun langsung memadamkan api.
Dukungan logistik, konsumsi, perlindungan diri maupun bantuan lainnya juga menjadi bagian penting dalam menopang perjuangan para petugas yang berjibaku di lapangan.
Di tengah ancaman Karhutla yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, semangat gotong royong dari berbagai pihak diharapkan terus tumbuh. Sebab, menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.(Van)
