“Cynthia (Amanda), kami menugaskannya sebagai koordinator panitia pelaksana seminar ini. Ini adalah bagian dari promosi bagi politisi muda di PDI Perjuangan. Cynthia, semoga segera dilantik sebagai anggota parlemen. Ya, sebagai anggota parlemen di Provinsi Yogyakarta. Jadi, ini adalah Cynthia. Salah satu anggota parlemen termuda di Yogyakarta. Berikan tepuk tangan untuk Cynthia,” ujar Hasto yang disambut tepuk tangan audiens.
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa pelembagaan partai harus menjadi jembatan bagi lahirnya kader-kader muda yang kompeten dan berintegritas.
“Institusi internal yang kuat dan demokratis serta pengembangan kader politik adalah dimensi pelembagaan yang sangat penting. Melalui pelembagaan ini, PDI Perjuangan berkomitmen memperkuat aksi strategis dimulai dari rekrutmen anggota muda, pendidikan politik di Sekolah Partai, hingga pengembangan kader pemimpin. Kader berkinerja tinggi kemudian dicalonkan untuk melayani sebagai legislator dan pemimpin eksekutif,” tambah Hasto.
Konferensi internasional yang diinisiasi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) bekerja sama dengan PDI Perjuangan dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia Office tersebut dihadiri delegasi lintas negara.
Para peserta terdiri atas perwakilan partai politik, legislator, aktivis, dan masyarakat sipil dari sejumlah negara, antara lain Filipina, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Jepang, hingga perwakilan oposisi dan masyarakat sipil dari Kamboja serta Vietnam.
Dari Indonesia, forum tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh muda dan fungsionaris PDI Perjuangan, di antaranya Hanjaya Setiawan, Mohamad Guntur Romli, Trini Puspa, serta Rahma Nur Agnitya Charliyan.
Turut hadir jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta serta sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan di wilayah Yogyakarta, di antaranya Hasto Wardoyo dan Endah Subekti Kuntariningsih.
