PVMBG Soal Potensi Tsunami Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi tsunami. Foto: Sulindo

Aktivitas secara visual diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur yang terlihat pada malam hari.

“Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati,” jelas Berton.

Pada periode pengamatan tersebut juga tercatat satu kali kejadian letusan.

Amplitudo letusan mencapai 70 milimeter dengan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik.

Kondisi cuaca di kawasan Gunung Anak Krakatau dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang dan bergerak menuju arah barat laut.

Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga
Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

BNPB bersama PVMBG dan BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa diliputi kepanikan.

Warga di pesisir Banten dan Lampung tidak perlu panik terkait isu tsunami. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah terus melakukan pemantauan dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat. (*)