JAKARTA, FAKTANASIONAL | Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mendatangi Komisi XII DPR RI untuk memperjuangkan agar Pertashop jangan sampai mati.
HPMPI mendesak pemerintah menyelamatkan keberadaan Pertashop sebagai bagian dari jaringan pemerataan energi nasional.
Aspirasi tersebut disampaikan HPMPI dalam audiensi dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026). Dalam pertemuan itu, HPMPI menyampaikan tujuh persoalan utama yang dinilai memengaruhi keberlangsungan usaha Pertashop.
Ketua Umum DPP HPMPI, Steven, mengatakan persoalan utama yang dihadapi Pertashop antara lain disparitas harga BBM subsidi dan non-subsidi, pengendalian BBM subsidi, maraknya penjualan BBM subsidi secara eceran, serta belum optimalnya peluang Pertashop mendapatkan penugasan.
“Pertashop merupakan investasi masyarakat yang sejak awal dibangun untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah perdesaan dan daerah yang jauh dari lembaga penyalur resmi. Karena itu, keberadaannya harus diperkuat, bukan dibiarkan menghadapi tekanan usaha,” ujar Steven.
HPMPI mendorong pemerintah mengkaji penyesuaian harga BBM bersubsidi secara bertahap dan terukur, dengan tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu melalui subsidi atau bantuan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, HPMPI meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi dan menertibkan penjualan BBM subsidi secara eceran di luar lembaga penyalur resmi.










