Jangan hanya memperbarui artikel lama. Satu isu dapat dikembangkan menjadi beberapa sudut pemberitaan, seperti berita utama, kronologi, respons pejabat, perspektif hukum, hingga dampaknya bagi masyarakat.
Sore hari, pukul 16.00–18.00, dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki judul, meta description, internal link, thumbnail, sekaligus menyiapkan artikel malam.
Kemudian pukul 19.00–22.00 menjadi waktu untuk menerbitkan isu paling kuat dan mendistribusikannya melalui media sosial.
Bank Berita Membuat Media Tetap Hidup Saat Pemberitaan Sepi
Target produksi sebaiknya tidak semata-mata dihitung berdasarkan jumlah.
Daripada memaksakan 20 berita sehari, lebih realistis menargetkan lima berita aktual, dua artikel evergreen, satu opini atau analisis, serta dua artikel tambahan sebagai cadangan.
Stok tersebut dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Stok A berisi artikel yang dapat diterbitkan kapan saja.
Stok B berisi tulisan yang menunggu momentum, seperti politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan kasus hukum yang masih berkembang. Sementara Stok C dikhususkan untuk breaking news.
Cara paling efisien adalah menggunakan prinsip satu isu menjadi tiga sampai lima artikel.
Sebuah kasus hukum, misalnya, dapat dikembangkan menjadi berita utama, kronologi, konsekuensi hukum, respons pihak terkait, dan artikel edukasi.
Media berita tidak harus memiliki berita baru setiap 30 menit. Yang jauh lebih penting adalah menjaga ritme, kualitas, dan kesinambungan.
Dengan pola Breaking – Aktual – Evergreen – Opini – Update Breaking, redaksi memiliki jembatan ketika berita besar berhenti.
Website pun tetap bergerak tanpa membuat editor kelelahan karena mengejar kecepatan sepanjang waktu atau jeda sejak pada hari libur.[dit]







