Gesekan tak terlihat ini mendorong Demokrat dan AHY untuk menghitung ulang daya tawar mereka, termasuk membuka opsi beralih atau membentuk poros alternatif bersama PDIP.
Di sisi lain, narasi pencalonan Pramono Anung bersama AHY berpotensi membentur tembok tebal keputusan internal PDIP sendiri.
Puan Maharani, sebagai mahkota politik PDIP dan trah Soekarno, hampir pasti akan menutup rapat pintu bagi wacana duet ini apabila Prabowo Subianto justru menaruh harapan besar untuk menggandengnya sebagai pasangan cawapres di Pilpres 2029.
Bagi Puan dan jajaran elite PDIP, opsi dipinang Prabowo jauh lebih strategis dan bernilai kepastian tinggi dibanding berspekulasi membangun poros independen bersama AHY.
Bergabungnya Puan dalam tiket kepresidenan bersama Prabowo tidak hanya memberikan jaminan kemenangan yang lebih terukur, tetapi juga menjadi jalan paling mulus bagi PDIP untuk kembali mengamankan kekuasaan di tingkat nasional tanpa harus menguras energi pada pertarungan tiga poros.
Jika skenario Prabowo-Puan ini mengkristal, maka seluruh wacana untuk memajukan Pramono Anung—baik bersama AHY maupun figur lainnya—secara otomatis akan digulung oleh internal partai.
Tentu saja tantangan internal pasangan Pramono-AHY tidak kalah rumit. Penentuan posisi calon presiden dan calon wakil presiden akan memicu negosiasi yang alot.
PDIP sebagai partai pemenang pemilu secara historis cenderung memprioritaskan kadernya untuk posisi puncak, sementara Demokrat dan AHY juga membawa ambisi elektoral tinggi untuk menempati posisi strategis.
Selain itu, Pramono Anung masih harus bersaing dengan nama-nama besar lain di internal PDIP. Wacana duet Pramono Anung dan AHY pada akhirnya menjadi cerminan skenario politik alternatif yang rasional dari sisi tata kelola.
Meski begitu, terwujudnya potensi ini sangat ditentukan oleh sejauh mana tawar-menawar politik antara Demokrat dan koalisi Prabowo mengalami kebuntuan, serta apakah Puan Maharani memilih untuk menyambut pinangan politik Prabowo menuju 2029.
Penulis: Sohibul Anshar Siregar
Sumber: FB @Shohibul Anshar Siregar










