Film NAZA Bikin Netanyahu Murka, Dua Sutradara Israel Jadi Sasaran

"Opini tajam mengenai sikap Israel yang melarang Otoritas Palestina mengurus Gaza, dominasi Netanyahu atas AS, serta dukungan Indonesia dan Prabowo untuk kemerdekaan Palestina."
(Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik keras terhadap film dokumenter NAZA yang mengangkat dugaan praktik penargetan warga Gaza oleh militer Israel.

Kemarahan tersebut diarahkan kepada dua sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor.

Dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 16 September 2026, Netanyahu menilai film tersebut berpotensi mendorong kekerasan serta antisemitisme terhadap orang Yahudi.

“Ini mengejutkan. Kita sedang melawan hasutan anti-Semit global dan ketika itu datang dari dalam diri kita sendiri, itu tidak dapat ditoleransi,” kata Netanyahu dalam video yang diunggah pada Senin melalui Telegram.

Ia juga menyoroti keberhasilan film tersebut di Festival Film Venesia, Italia. “Dan sekarang dua sutradara Israel yang menggambarkan IDF sebagai penjahat perang mendapat tepuk tangan di festival Venesia,” demikian pernyataan Netanyahu yang dikutip media pro-Yahudi dan Israel, The Algemeiner.

Kontroversi semakin besar setelah Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar mengancam akan mencabut kewarganegaraan Abraham dan Szor.

Sementara itu, kepala militer Israel Eyal Zamir menyebut NAZA sebagai karya yang “didasarkan pada fitnah berdarah, distorsi realitas yang disengaja, dan tuduhan palsu yang serius terhadap tentara dan komandan IDF.”

NAZA merupakan film dokumenter karya Rachel Szor dan Yuval Abraham, keduanya warga Israel. Film tersebut memperoleh sambutan besar dalam Festival Film Venesia. Setelah pemutaran pada Kamis, 10 September, tepuk tangan penonton dilaporkan berlangsung lebih dari 20 menit.

Exit mobile version