Tak Ada yang Sepenuh Hati Membantu, Arab Saudi Bingung Hadapi Houthi

Tak Ada yang Sepenuh Hati Membantu, Arab Saudi Bingung Hadapi Houthi/(Facebook)

SETELAH AS dan Israel menolak permintaan Ben Salman untuk menyerang Houthi Yaman, Ben Salman kemarin bertolak ke Mesir minta bantuan As Sisi.

As Sisi adalah Jenderal hasil kudeta Mesir 2013 lalu yang didukung Saudi, UAE, AS, Israel dll. Ben Salman minta support ke Sisi karena sudah menemui jalan buntu.

Tapi, Sisi hanya berjanji membantu dengan retorika, pada dasarnya, Mesir tidak akan bisa membantu Saudi melawan Houthi, terlalu beresiko bagi Mesir.

Dalam 24 jam terakhir, Saudi melakukan serangan ke Houthi sebanyak 80 kali, tapi itu sama sekali tidak merubah kondisi di lapangan, Houthi terus menguasai banyak wilayah dan mempertahankan dominasi mereka di wilayah yang sudah mereka rebut.

Israel, AS, beberapa negara eropa dan juga para petinggi militer negara arab, saat ini terus melakukan kordinasi untuk mengambil langkah memukul mundur Houthi.

Pertempuran di Yaman saat ini, Antara arab Saudi berkolaborasi dengan militer AS, Israel, Eropa, dan beberapa negara arab lain, melawan Houthi sendiri yang hanya didukung oleh Iran.

Arab Saudi saat ini dalam kondisi kritis, kecerobohan Arab Saudi melanggar gencatan senjata dengan Houthi bulan juli lalu ketika mereka memulai pertama pengeboman terhadap bandara Sanaa, sekarang harus dibayar Saudi dengan mahal.

Kota kota di Arab Saudi dalam 48 jam terakhir dihajar oleh balistik Houthi dan drone. Mulai dari kota Jeddah, Dammam, Qatif, Najran, Abha, dll.

Selain kota kota besar di Saudi diserang, Houthi juga menyerang pangkalan militer King Khalid Arab Saudi dan menyerang pipa jalur minyak penting arab Saudi yang mengalirkan minyak 7 juta barel per hari. Pipa minyak ini saat ini shutdown, pengiriman minyak Saudi berhenti.

Houthi juga terus menyerang kapal kapal Saudi yang melintas di bab Al Mandeb, pelayaran kapal kapal Saudi di bab Al Mandeb saat ini berhenti dan memukul ekonomi mereka.

Houthi berjanji akan melakukan serangan lebih besar ke Arab Saudi jika arab Saudi terus melakukan serangan ke Yaman, Saudi dalam 5 hari terakhir telah melakukan 300 serangan udara ke Yaman walaupun gagal menaklukkan Houthi.

Untuk menarik simpati dunia Islam dan global, Arab Saudi kemudian merilis laporan bahwa Houthi ingin melakukan serangan ke Mekkah dan Madinah. Ini semacam provokasi false flag untuk menjelekan nama Houthi dan mencari simpati dunia karena sudah terdesak.

Houthi dan Iran sejak puluhan tahun lalu telah menegaskan, bahwa Mekkah dan Madinah bukan wilayah sasaran serangan. Houthi juga menyerang kota kota lain di Arab Saudi dalam konteks membalas 300 serangan udara arab Saudi tadi ke Yaman. Saudi playing victim dan bawa bawa nama Mekkah dan Madinah untuk kepentingan politik mereka.

Kondisi terjepit saat ini, membuat Saudi tidak tau harus minta bantuan kepada siapa secara ril. AS dan Israel tidak mau terlibat, Mesir tidak mungkin membantu. Pakta pertahanan dengan Pakistan dan Turki juga tidak jalan.

Exit mobile version