Meski demikian, Basarnas menegaskan pemantauan tetap berlanjut melalui mekanisme broadcast dan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda.
Operasi berpeluang dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru yang valid.
BACA JUGA
5 Wartawan Hilang Hampir Ketemu, Tim SAR Temukan Jerigen dan Helm
Tabur Bunga
Sehari setelah operasi resmi ditutup, tepatnya pada Jumat (18/9/2026), keluarga korban menggelar prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bagi para korban yang belum ditemukan.
Prosesi berlangsung di perairan Selat Sunda menggunakan Kapal Negara SAR (KNSAR) Tetuka yang bertolak dari Pelabuhan Pelindo 3, Ciwandan.
Selain itu, mereka juga menaburkan bunga di Pantai Pagedongan, Carita, yang merupakan lokasi keberangkatan awal rombongan sebelum insiden terjadi.
Dengan berakhirnya operasi SAR ini, nasib lima jurnalis dan tiga kru Kapal Arupadatu 1 masih menyisakan tanda tanya, sementara keluarga korban terus berharap adanya titik terang di kemudian hari. (*)










