Kisah Congo kemudian menjadi bagian utama The Act of Killing. Dalam film tersebut, Congo dan rekan-rekannya diminta memerankan kembali tindakan pembunuhan yang pernah mereka lakukan.
Congo bahkan memperagakan metode yang digunakan saat menjalankan aksi tersebut. Ia juga menceritakan bahwa kelompoknya terinspirasi oleh film-film mafia dan western Hollywood.
Proses pembuatan film perlahan membawa Congo kembali berhadapan dengan masa lalunya. Setelah memerankan dirinya sebagai korban yang dicekik menggunakan kawat, ia mengaku mengalami mimpi buruk dan mulai mempertanyakan perbuatannya.
Congo meninggal dunia pada 25 Oktober 2019 dalam usia 78 tahun.
The Act of Killing kemudian memicu perbincangan luas mengenai pembunuhan massal 1965 di Indonesia. Film itu juga mendapat kritik karena dinilai memberikan ruang besar kepada para pelaku untuk menceritakan kembali tindakan mereka.
Sebagai film pendamping, The Look of Silence kemudian mengambil sudut pandang berbeda dengan menyoroti pengalaman para penyintas kekerasan tersebut.[dit]







