Sentimen Reshuffle Kabinet Picu Aksi Jual, IHSG Merosot 3,28 Persen dalam Sepekan

Sentimen Reshuffle Kabinet Picu Aksi Jual, IHSG Merosot 3,28 Persen dalam Sepekan (dok.infobanknews)
FAKTANASIONAL.NET — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah signifikan sebesar 3,28 persen hingga terperosok ke posisi 5.995 pada penutupan pekan ini.
Kemerosotan ini dipicu oleh respons pasar terhadap perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Arus modal keluar mencuat lantaran para investor global memilih untuk bersikap pasif (wait and see) demi mencermati arah kebijakan ekonomi dari jajaran menteri yang baru.
Penyesuaian Portofolio di Tengah Transisi Politik
Menanggapi fluktuasi ini, Analis Senior Pasar Modal PT Infovesta Utama, Raditya Santoso, mengungkapkan bahwa koreksi pasar merupakan hal yang lumrah terjadi saat terjadi pergeseran struktur pemerintahan. Menurutnya, pelaku pasar cenderung mengamankan modalnya dari risiko ketidakpastian.
“Pelemahan IHSG yang sampai menembus ke bawah angka psikologis 6.000 ini adalah reaksi spontan dari para pelaku pasar. Investor—khususnya pemodal asing—tengah merombak komposisi portofolio mereka dalam skala besar karena masih mengalkulasi arah kebijakan fiskal serta sektor riil di bawah kepemimpinan pejabat baru,” jelas Raditya di Jakarta.

Prospek Pemulihan dan Daya Tahan Makroekonomi
Kendati pasar saham domestik terus tertekan selama lima hari bursa berturut-turut, sejumlah pengamat menilai kondisi ini tidak akan berjalan lama. Indikator makroekonomi nasional yang solid dipercaya mampu meredam gejolak politik yang bersifat momentum ini.
Ekonom dari Universitas Indonesia, Dr. Lana Soelistianingsih, mengutarakan bahwa arah pergerakan indeks ke depan bakal ditentukan oleh performa awal para menteri dalam hitungan minggu.
“Tekanan yang dialami IHSG saat ini diproyeksikan hanya berlangsung dalam jangka pendek dan bersifat sementara. Sentimen positif pasar serta arus modal asing berpotensi besar untuk bangkit kembali (rebound) apabila jajaran menteri ekonomi yang baru segera merilis rencana kerja nyata yang ramah pasar sekaligus konsisten dalam menjaga stabilitas inflasi,” ungkap Dr. Lana.

Hingga akhir sesi perdagangan, saham-saham di sektor finansial dan infrastruktur menjadi motor utama penurunan indeks. Pihak otoritas bursa pun menyarankan agar investor lokal tidak panik dan justru memanfaatkan momentum penurunan harga ini untuk membeli saham-saham unggulan (blue chip) berfundamental kuat dengan valuasi yang lebih terjangkau. sak