“Prediksi CBA, ketika Haji Isam masuk ke Bank BCA, orang-orang seperti Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Komisaris dan memiliki saham sebanyak 34.933.644 lembar, maupun Tonny Kusnadi juga komisaris yang memiliki saham sebanyak 7.502.058 lembar, kemungkinan akan tergerus, dan bisa juga akan tersingkir dari jajaran komisaris,” kata Uchok.
Uchok menilai transaksi saham perusahaan terbuka merupakan sesuatu yang lumrah. Persoalannya, menurut dia, adalah ketika pembelian saham tersebut diarahkan untuk memperoleh kendali atas perusahaan.
“Proses jual beli saham perusahaan di pasar modal soal yang lumrah terjadi. Namun, untuk menjadi pemegang saham pengendali membutuhkan proses,” ujarnya.
Karena itu, Uchok mempertanyakan alasan munculnya bantahan dan sikap manajemen BCA terhadap isu masuknya Haji Isam.
“Kenapa manajemen Bank BCA merasa ketakutan kepada Haji Isam?” tanya Uchok.
Ia menilai regulator perlu memastikan bahwa mekanisme kepemilikan dan transaksi saham BCA berjalan sesuai aturan yang berlaku serta tidak memberikan perlakuan berbeda kepada calon investor tertentu.
Menurut Uchok, apabila benar terdapat pembatasan atau perlakuan khusus terhadap pihak tertentu dalam proses kepemilikan saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu mencermati persoalan tersebut.
“Kalau Bank BCA menolak saham untuk dibeli, atau pihak BCA hanya memilih orang-orang siapa saja yang mau beli saham BCA, ini lebih baik pihak OJK untuk mempertimbangkan agar Bank BCA dievaluasi lagi,” katanya.
Bahkan, Uchok melontarkan pernyataan paling keras dengan meminta regulator mempertimbangkan langkah ekstrem apabila nantinya ditemukan persoalan serius dalam tata kelola BCA.
“Atau bila perlu ditutup Bank BCA tersebut,” pungkasnya.
