Program MBG Ala Trump di AS Mandek, Sekolah Kekurangan Dapur dan Anggaran

Donald Trump Klaim Keamanan Greenland di Pegang AS/Instagram

FAKTNASIONAL.NET – Program makanan bergizi gratis ala pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi kendala di sejumlah sekolah. Upaya mengurangi makanan ultra-olahan dan memperbanyak menu berbahan segar terbentur keterbatasan dapur, peralatan, tenaga kerja, serta anggaran.

Persoalan itu terlihat di Sekolah Dasar Thomas Hooker, Connecticut. Pada Senin (28/9), tiga staf kantin menyiapkan makan siang untuk sekitar 300 siswa. Nugget ayam popcorn beku dilumuri saus jeruk sebelum dimasukkan ke oven penghangat. Menu tersebut disajikan bersama nasi merah dan buncis segar.

Sekolah juga menyediakan patty hamburger siap saji dengan keju, wortel mini, mentimun, tomat ceri, apel, jeruk, dan buah kalengan.

Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1960-an itu tidak memiliki dapur. Sekolah Umum Meriden kemudian mengubah tiga lemari menjadi fasilitas dapur, sementara sejumlah peralatan ditempatkan di ruangan berbeda.

Direktur Layanan Makanan dan Nutrisi Meriden, Susan Maffe, menyebut kondisi tersebut menyulitkan penyediaan makanan segar.

“Kondisi ini jelas sangat menantang,” kata Maffe, dikutip dari CNN Indonesia.

Pemerintahan Trump mendorong sekolah mengurangi makanan ultra-olahan melalui gerakan Make America Healthy Again yang didorong Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr.

“Kita perlu memperluas masakan rumahan, mengurangi tambahan gula dan makanan ultra-olahan, serta menyajikan lebih banyak hasil bumi segar, biji-bijian utuh, dan protein berkualitas tinggi,” kata Kennedy pada Agustus.

Pemerintah AS mengalokasikan US$70 juta atau sekitar Rp1,1 triliun untuk hibah peralatan sekolah. Selain itu, US$30 juta atau sekitar Rp470 miliar disiapkan untuk penelitian mengenai penyediaan makanan sekolah yang lebih sehat dengan biaya efisien.

Namun, pengelola layanan makanan sekolah menilai dana tersebut belum memadai.

Exit mobile version