FAKTANASIONAL.NET — Pernyataan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Provinsi Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), kembali memantik perhatian publik. Alih-alih mendinginkan suasana terkait gerakan Boikot Bali, ia justru membandingkan pola perilaku antara wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara.
Dalam video yang beredar di media sosial (Medsos), ia melontarkan pandangannya terkait etika wisatawan domestik yang dinilainya masih minim kesadaran dalam memberikan uang tip (tipping) serta cenderung sering menawar harga secara berlebihan saat berlibur di Pulau Dewata.
Ia membandingkan pola perilaku antara wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara. Menurutnya, kebiasaan wisatawan asing yang rutin membagikan tip memberi dampak psikologis positif sekaligus pendapatan tambahan bagi para pekerja jasa pariwisata di garda terdepan.
“Mungkin itu penyebab secara psikologi, orang-orang lokal di Bali ini mungkin lebih exciting untuk melayanan bule,” ujar Arya Wedakarna, dikutip Kamis (8/10/2026).
Ia menyoroti sebagian turis lokal yang kerap mengajukan tuntutan standar pelayanan tinggi, namun enggan memberikan apresiasi finansial secara langsung kepada para pekerja. Selain itu, praktik menawar tarif transportasi hingga akomodasi secara berlebihan dianggap mengurangi potensi pendapatan langsung para pelaku industri pariwisata daerah.
Sontak, pandangan ini mendapat respons tajam dari berbagai pihak, salah satunya Senator DPD RI terpilih Ni Luh Djelantik pada Kamis, 8 Oktober 2026. Ia menggarisbawahi bahwa wisatawan domestik memiliki peran vital sebagai penopang utama ekonomi Bali, terutama di masa-masa krisis.
Publik pun menilai bahwa pemberian tip di Indonesia bersifat sukarela dan tidak tepat jika dijadikan parameter tunggal untuk menilai etika berwisata seseorang.[sak]









