Dia Masih Hidup dan Tegak Berdiri, Meskipun Hampir Hancur Lantaran Cintamu

Dia Masih Hidup dan Tegak Berdiri, Meskipun Hampir Hancur Lantaran Cintamu
Dia Masih Hidup dan Tegak Berdiri, Meskipun Hampir Hancur Lantaran Cintamu/Ditfkn

Biarlah sebagian kesedihan menjadi urusanku sendiri. Biarlah waktu mengajarkanku cara berdamai dengan hal-hal yang tidak bisa kuubah.

Dan biarlah diriku perlahan memahami bahwa tidak semua pertanyaan harus mendapatkan jawaban agar seseorang bisa melanjutkan hidupnya.

Aku tidak tahu apakah suatu hari nanti aku akan benar-benar melupakanmu.

Mungkin tidak. Sebagian orang memang meninggalkan jejak yang tidak mudah dihapus, sekalipun kehadirannya telah lama berakhir.

Namun, aku tidak lagi ingin memaksakan diriku untuk melupakanmu.

Aku hanya ingin sampai pada suatu keadaan ketika mengingatmu tidak lagi membuatku kehilangan ketenangan.

Ketika namamu tidak lagi menjadi alasan untuk mempertanyakan nilai diriku sendiri.

Ketika aku mampu menerima bahwa kamu pernah menjadi bagian penting dalam hidupku, tanpa harus berharap kamu kembali menjadi bagian dari hari-hariku.

Sebab, aku juga memiliki kehidupan yang harus kuteruskan.

Masih ada mimpi yang ingin kukejar, tanggung jawab yang harus kuselesaikan, dan kebahagiaan yang ingin kutemukan dengan caraku sendiri.

Aku tidak ingin menghabiskan seluruh waktuku untuk meratapi sesuatu yang telah berlalu, sementara masa depan menungguku dengan begitu banyak kemungkinan.

Aku ingin kembali menjadi diriku sendiri.

Diriku yang mampu tertawa tanpa menyembunyikan kesedihan. Diriku yang berani mengatakan tidak ketika sesuatu melukai batas-batasku.

Diriku yang tetap bisa mencintai tanpa harus mengorbankan harga diri demi mempertahankan seseorang.

Dan jika suatu hari nanti aku kembali membuka hati, aku ingin melakukannya bukan karena kesepian, bukan untuk membuktikan bahwa aku telah melupakanmu, melainkan karena aku sudah berdamai dengan diriku sendiri.

Aku ingin mencintai tanpa kehilangan arah. Memberi tanpa merasa harus menghabiskan seluruh yang kumiliki. Bertahan tanpa mengabaikan luka.

Dan memahami bahwa hubungan yang baik seharusnya menjadi tempat dua manusia bertumbuh, bukan tempat salah satunya perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Untukmu, yang pernah menjadi bagian dari begitu banyak harapanku, aku tidak tahu bagaimana kamu akan mengenang perjalanan ini.

Mungkin kamu akan mengingatnya sebagai sesuatu yang biasa saja. Mungkin kamu memiliki cerita dan alasanmu sendiri. Aku tidak berhak menentukan bagaimana kamu harus memandang masa lalu kita.

Aku hanya ingin mengatakan satu hal yang selama ini perlahan kupahami.

Aku pernah hampir hancur lantaran mencintaimu, tetapi aku tidak akan membiarkan kehancuran itu menjadi akhir dari hidupku.

Aku masih di sini.

Masih bernapas, masih berjalan, masih berusaha menata hati yang pernah berantakan.

Tidak selalu kuat, tidak selalu tenang, dan belum sepenuhnya sembuh. Namun, setidaknya aku tidak lagi menyerah kepada kesedihan yang sama.

Aku tidak berdiri untuk membuatmu menyesal. Aku tidak ingin suatu hari nanti kamu melihatku bahagia lalu merasa kehilangan.

Aku juga tidak sedang menunggu waktu membalas semua yang pernah kurasakan.

Aku hanya ingin hidup dengan tenang.

Jika dahulu aku berjuang keras agar kamu tetap tinggal, sekarang aku sedang berjuang agar diriku sendiri tidak kembali hilang.

Dan bagiku, itulah keberanian yang sesungguhnya.

Aku tidak harus membencimu untuk bisa pergi. Aku tidak harus menghapus semua kenangan untuk bisa melangkah.

Aku juga tidak perlu berpura-pura bahwa kamu tidak pernah berarti hanya demi terlihat telah melupakan segalanya.

Kamu pernah menjadi seseorang yang kucintai dengan tulus. Itu adalah bagian dari hidupku yang tidak perlu kusangkal.

Namun, aku juga berhak menjadi seseorang yang tidak lagi terluka oleh cerita yang sama.

Mungkin, sampai hari ini, masih ada bagian dari diriku yang menyayangimu. Aku tidak akan menyangkalnya.

Tetapi kali ini, aku ingin menyayangi diriku sendiri dengan lebih sungguh-sungguh.

Sebab, pada akhirnya, aku menyadari bahwa tidak semua orang yang kita cintai akan tinggal. Tidak semua harapan akan menjadi kenyataan.

Dan tidak semua perjuangan akan berakhir dengan memiliki seseorang yang kita pertahankan.

Tetapi kehilangan seseorang tidak seharusnya membuat kita kehilangan alasan untuk hidup.

Jadi, jika suatu hari kamu bertanya bagaimana keadaanku setelah semua yang terjadi, jawabannya sederhana: aku masih hidup dan tegak berdiri, meskipun hampir hancur lantaran cintamu.

Aku memang pernah terluka olehmu, tetapi aku tidak ingin selamanya hidup sebagai seseorang yang terluka.

Aku pernah jatuh karena mencintaimu, tetapi sekarang aku sedang belajar berdiri untuk diriku sendiri.

Dan jika kelak takdir membawa kita ke jalan yang berbeda, aku ingin melangkah tanpa kebencian, tanpa dendam, dan tanpa keinginan untuk kembali membuktikan apa pun.

Sebab, aku sudah cukup lama berusaha menjadi seseorang yang kamu inginkan.

Kini, izinkan aku menjadi seseorang yang akhirnya bisa kubanggakan di hadapan diriku sendiri.[dit]

Exit mobile version