“Di Kampung Ambon khususnya ini ya, kita temukan orang-orang yang berusaha lari. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan. Kita borgol,” kata Bismo seusai penggerebekan.
Dalam operasi tersebut, aparat menyita sabu, ganja, etomidate, timbangan, serta senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur. Di Kampung Boncos, petugas juga menemukan puluhan alat isap sabu atau bong berbahan botol plastik.
Petugas menemukan sejumlah rumah dan bangunan semipermanen yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi sekaligus konsumsi narkoba di Kampung Ambon. Menurut Bismo, terdapat lapak yang menyediakan penyewaan alat isap sabu.
“Yang jelas, yang kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak ya, ada yang menyewakan bong-bong tersebut,” kata Bismo.
Penggeledahan juga mengungkap sejumlah cara penyembunyian narkoba, termasuk di kendaraan bermotor dan rumah kos. Di beberapa lokasi, petugas menemukan bong, pipet, bungkus sabu, surat tanda nomor kendaraan (STNK), emas, minuman keras, dan senjata tajam.
Untuk memantau pergerakan orang yang diduga terlibat, aparat turut menggunakan drone. Pemantauan tersebut mengarahkan petugas ke sejumlah koper di atas genting. Berdasarkan video yang diperoleh detikcom, terdapat empat koper yang kemudian diamankan.
Seluruh barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, 24 orang yang diamankan masih menjalani proses pemeriksaan oleh aparat kepolisian.[dit]
