Kelima, massa mendesak penghentian alih fungsi lahan secara masif. Keenam, mereka meminta penyelesaian persoalan kelangkaan BBM di Kalimantan Tengah.
Ketujuh, massa menuntut penanganan masalah pemadaman listrik bergilir. Kedelapan, mereka meminta pemerintah mengatasi krisis air bersih. Kesembilan, mereka mendesak penegakan hukum secara tegas dan transparan terhadap pelaku pembakaran hutan.
Rangkaian tuntutan tersebut mencakup persoalan lingkungan, kesehatan, energi, hingga ketersediaan air bersih. Massa menempatkan penanganan karhutla dan kabut asap sebagai salah satu isu utama yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
Audit perusahaan pemegang izin konsesi lahan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan juga menjadi bagian penting dari tuntutan demonstrasi.
Di sisi lain, tuntutan mengenai layanan kesehatan gratis menunjukkan perhatian massa terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Mereka juga meminta penyelesaian masalah BBM, listrik, dan air bersih yang turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut.
Demonstrasi pada Senin, 19 Oktober 2026, itu menjadi wadah bagi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil untuk menyampaikan sembilan tuntutan terkait kondisi lingkungan dan persoalan sosial di Kalimantan Tengah.[dit]










