Bertabur Survei Politik yang Lepas dari Suara Masyarakat

Kalau dicari persamaan hasil survei SMRC ini, agak mirip dengan hasil survei CELIOS yang baru-baru ini juga dirilis. Bahwa menurut CELIOS 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo. Kalau survei ini patokannya, maka keterpilihan Prabowo di angka 9,8% itu mungkin wajar. Sebab, responden yang stres saja sudah 75%, jadi wajar, kalau Prabowo dipilih hanya 9,8% saja. Responden stres kok bisa disurvei? Itulah pertanyaan lucu saya, kemarin. Survei-survei yang membingungkan dan bikin ribut saja. Tapi, ribut itulah ciri-ciri negara demokrasi.

Survei-survei yang tidak lagi mencerminkan preferensi masyarakat, melainkan mencerminkan sikap dari lembaga survei atau pemilik lembaga survei itu sendiri. Kalau pemilik lembaga surveinya seperti Saiful Mujani (SMRC) atau Bhima Yudhistira (CELIOS), maka hasil surveinya sampai kapanpun terkait Presiden Prabowo tidak akan pernah bagus. Tapi kalau pemilik sepertinya Adi Prayitno (PPI) yang relatif netral, maka ada kemungkinan hasil surveinya terkait Presiden Prabowo akan sedikit lebih bagus. Begitulah kira-kira. (ERIZAL)

Sumber: facebook.com @erizal.sastra

Exit mobile version