Polkam  

GMNI Apresiasi Polri Bongkar Penyelundupan Ketamin

Sah Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Gantikan Listyo Sigit/YouTube/@SctvLiputan6)

FAKTANASIONAL.NET – Jajaran Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) melayangkan apresiasi atas langkah sigap dan tegas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Apresiasi ini diberikan menyusul keberhasilan aparat dalam membongkar upaya penyelundupan ketamin seberat 1,16 ton yang diangkut menggunakan kapal MT Global 168 di perairan Sumatera Utara.

Pengungkapan barang bukti bernilai fantastis tersebut dinilai sebagai pencapaian krusial dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika serta zat berbahaya yang mengancam keselamatan sosial dan masa depan generasi bangsa.

Kendati demikian, Wakil Ketua Umum DPP GMNI, M. Rawa Tamba, menegaskan bahwa keberhasilan penindakan ini tidak boleh berhenti sekadar pada seremonial penyitaan barang bukti maupun penangkapan pelaku di lapis terbawah.

“Pengungkapan tersebut menunjukkan pentingnya kesigapan aparat dalam menghadapi ancaman kejahatan terorganisasi yang memanfaatkan jalur laut Indonesia,” ungkap Rawa Tumba melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurut Rawa Tumba, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada sejauh mana kepolisian sanggup membongkar sindikat secara komprehensif hingga ke akar-akarnya. Ia mengingatkan agar penyidik tidak membiarkan aktor intelektual atau dalang utama di balik layar melenggang bebas.

Pihaknya mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri secara cermat mulai dari asal-usul barang, jalur distribusi, pihak pengirim, penerima, pengendali muatan, hingga sumber pembiayaan jaringan tersebut berdasarkan alat bukti yang sah.

“Jangan sampai penegakan hukum hanya menyentuh orang-orang yang menjalankan perintah di lapangan, sementara pihak yang mengorganisasi, membiayai, dan memperoleh keuntungan terbesar dari kejahatan ini tidak tersentuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, GMNI menyoroti pentingnya pengawasan ekstra ketat di wilayah perairan nusantara yang kerap dieksploitasi sebagai jalur tikus penyelundupan lintas negara. Guna mengantisipasi hal serupa terulang, diperlukan sinergi yang solid dan terintegrasi antara Polri, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, BNN, serta instansi berwenang lainnya.

Tidak hanya fokus pada jalur distribusi fisik, organisasi mahasiswa ini juga mendesak aparat untuk mengusut aliran dana yang mencurigakan melalui penerapan instrumen Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah ini dianggap mendesak guna merontokkan kekuatan finansial yang menopang operasional jaringan gelap tersebut.

“Peredaran gelap narkotika tidak hanya beroperasi melalui distribusi barang, tetapi juga dapat ditopang oleh jaringan pembiayaan dan kepentingan ekonomi yang terorganisasi,” tambah Rawa Tumba.

Menutup keterangannya, GMNI menyatakan bahwa dukungan publik dan gerakan kritis masyarakat sipil akan terus dikawal agar aparat kepolisian tetap profesional, transparan, serta akuntabel dalam menuntaskan perkara-perkara besar demi melindungi keselamatan rakyat Indonesia.[sak]