Kapolresta Pontianak Melihat dan Membiarkan Mahasiswa Dipukuli dan Ditendangi OTK

Mahasiswa dipukuli OTK saat demonstrasi. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id – Keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Kalimantan Barat pada 21 Oktober 2026 menunjukkan ketidakmampuan Polresta Pontianak dan Polda Kalbar mengamankan jalannya unjuk rasa.

Sejumlah OTK justru terlihat terlibat aktif menghalau dan menganiaya peserta demontrasi, sementara anggota kepolisian bahkan Kapolresta terlihat hanya berjaga dari jauh, tanpa berupaya menghentikannya.

Baca Juga: Kapolresta Pontianak Ditenggarai Mengkoordinir OTK Serang Mahasiswa Di Aksi Demonstrasi Gelombang Pertama

Keterlibatan kelompok di luar aparat keamanan dalam mengendalikan massa menjadi sorotan setelah sejumlah mahasiswa mengaku diserang, dipukuli, hingga diseret oleh orang tak dikenal (OTK) dalam rangkaian demonstrasi pada 20 Oktober 2026. Insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab aparat dalam menjamin keamanan peserta aksi yang menyampaikan aspirasi di muka umum.

Kapolresta Pontianak Kombes Endang Tri Purwanto diantara masa Ormas. (Dok. Ist)
Exit mobile version