Proyek Nuklir Kalbar: Indonesia Gandeng AS, Rusia Turut Menawar

"Indonesia menggandeng Amerika Serikat dan Jepang merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berupa reaktor modular di Kalimantan Barat.
Indonesia menggandeng Amerika Serikat dan Jepang merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berupa reaktor modular di Kalimantan Barat. (Dok. IDN Times)

FAKTANASIONAL.NET, INTERNASIONAL – Pemerintah Indonesia mulai mematangkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Kalimantan Barat.

Proyek strategis ini menjadi medan kolaborasi sekaligus persaingan teknologi antara kekuatan global, dengan Amerika Serikat saat ini memegang komitmen awal melalui kesepakatan dagang timbal balik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa PT PLN (Persero) telah menjalin kemitraan dengan perusahaan asal Amerika Serikat, NuScale Power OVS LLC, untuk mengembangkan teknologi reaktor terbaru.

“Kita akan kerja sama pengembangan small modular reactor nuklir, yang sekarang PLN dan AS sudah ada kerja sama, MoU dan feasibility study dengan NuScale,” ujar Airlangga.

Proyek ini akan menggunakan skema Small Modular Reactor (SMR) dengan kapasitas rancangan sebesar $2 \times 75$ Megawatt.

Baca Juga: Anggaran Sewa Kapal PLN EPI Tembus Rp5 Triliun, CBA: Kontraknya Seperti Kuitansi Kosong

Berbeda dengan PLTN konvensional berskala besar, teknologi SMR dinilai lebih fleksibel dan cocok untuk karakteristik wilayah di Kalimantan Barat.

Edwin Nugraha Putra, yang mengawal rencana ini sejak menjabat sebagai pimpinan PLN Indonesia Power periode 2022–2025, menegaskan bahwa lokasi proyek tidak akan berubah dari rencana semula yang telah dikaji oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).