FAKTANASIONAL.NET — PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transformasi digital.
Melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) dan digital analytics, perusahaan plat merah ini fokus menciptakan nilai bisnis baru (value creation) serta mendongkrak efektivitas operasional di seluruh lini sektor energi.
Komitmen strategis ini dipaparkan langsung oleh Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo, saat menjadi pembicara dalam gelaran Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Sigit menjelaskan bahwa Pertamina telah menyelaraskan arah transformasi digital dengan menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Langkah ini diambil agar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat terukur dan berdampak langsung pada performa finansial korporasi.
Baca Juga: Pertamina Bantah Rumor Pembatasan BBM Pertalite Mulai 1 Juni 2026
“Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur, dan berdampak langsung terhadap bisnis. Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar 300 juta Dolar AS pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” ucap Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Strategi ‘Digital Factory’ dan Komitmen Manajemen
Guna memuluskan target raksasa tersebut, Pertamina mengandalkan program Digital Factory. Program ini menerapkan pendekatan transformasi digital dari hulu ke hilir (end-to-end), mulai dari memetakan masalah utama bisnis (pain points), merancang Minimum Viable Product (MVP), hingga melakukan scale-up saat solusi digital terbukti sukses.
Keseriusan Pertamina juga dibuktikan dengan dukungan penuh jajaran manajemen puncak. Korporasi telah membentuk fungsi khusus yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama guna mengoordinasikan seluruh inisiatif digital ini.
“Pertamina membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di perusahaan. Saat ini fungsi tersebut dikenal sebagai Pertamina Digital Hub dan melapor langsung kepada CEO. Hal itu mencerminkan komitmen kuat perusahaan,” jelas Sigit.
Ia menambahkan, pemilihan teknologi—baik AI, machine learning, maupun analytics—selalu disesuaikan dengan tantangan nyata di lapangan, bukan sekadar mengikuti tren teknologi semata.











