FAKTANASIONAL.NET – Anggapan bahwa laki-laki lebih sering merayu perempuan sudah cukup lama berkembang dalam kehidupan sosial.
Ungkapan seperti “pandai merayu”, “tebar pesona”, hingga “gombal” kerap dilekatkan kepada laki-laki ketika berusaha menarik perhatian lawan jenis.
Namun, apakah anggapan tersebut benar-benar menggambarkan perilaku laki-laki dan perempuan secara keseluruhan?
Kajian mengenai stereotip gender menunjukkan bahwa masyarakat dapat memberikan karakter atau perilaku tertentu kepada laki-laki maupun perempuan.
Penelitian Wening Sahayu dari Universitas Negeri Yogyakarta, misalnya, membahas stereotip gender berdasarkan persepsi mahasiswa dari 10 etnis di Indonesia.
Stereotip tersebut terbentuk melalui pandangan sosial yang terus berulang. Karena itu, perilaku tertentu bisa dianggap lebih identik dengan satu gender meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.
Rayuan Tidak Hanya Dilakukan Laki-laki
Anggapan bahwa perempuan hanya menjadi pihak yang dirayu juga tidak sepenuhnya menggambarkan realitas komunikasi antara laki-laki dan perempuan.
Penelitian mengenai rayuan gombal perempuan kepada laki-laki di TikTok secara khusus mengkaji tindakan perempuan ketika memberikan rayuan.
Penelitian tersebut menganalisis 50 tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam konteks rayuan.







