Fakta Nasional

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Lava Pijar Meluncur 1,5 Kilometer

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi puluhan letusan dalam satu hari terakhir, disertai l…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 08 November 2025 📖 1 menit
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Lava Pijar Meluncur 1,5 Kilometer
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Lava Pijar Meluncur 1,5 Kilometer/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi puluhan letusan dalam satu hari terakhir, disertai luncuran lava pijar sejauh lebih dari satu kilometer. Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi batas aman yang ditetapkan.

Erupsi terbaru tercatat pada Sabtu pagi, 8 November 2025, sekitar pukul 04.39 WIB. Kolom abu letusan menjulang hingga 500 meter di atas puncak dan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Catatan seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi letusan mencapai 155 detik.

Dalam 24 jam terakhir, PVMBG mencatat empat kali guguran lava pijar yang mengarah ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur antara 1.000 hingga 1.500 meter. Selain itu, terdapat 23 letusan yang memunculkan asap setinggi 200 hingga 700 meter, bergerak ke arah utara dan barat daya.

Hingga kini, belum ada laporan dampak besar di permukiman warga. Meski demikian, otoritas tetap menegaskan bahwa status Gunung Semeru berada di level II atau waspada. Kondisi ini menandakan aktivitas vulkanik masih berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

PVMBG meminta masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan. Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan pada radius 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau menjauhi area 500 meter dari tepi sungai karena risiko aliran lahar dan awan panas yang dapat mencapai 13 kilometer.

Petugas mengingatkan bahwa potensi bahaya lain seperti hujan abu dan banjir lahar dingin dapat terjadi kapan saja.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK