Fakta Nasional

Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi Kembali Bergejolak

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pagi Sabtu lalu, Gunung Marapi yang membentang di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi dan menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter. Erupsi tercatat pukul 06.11 WIB dengan kolom abu kelabu te…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 21 April 2025 📖 1 menit
Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi Kembali Bergejolak
Erupsi gunung Merapi/(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pagi Sabtu lalu, Gunung Marapi yang membentang di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi dan menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter.

Erupsi tercatat pukul 06.11 WIB dengan kolom abu kelabu tebal condong ke selatan.

Data seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi letusan sekitar 42 detik, menandakan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

PVMBG menetapkan status Gunung Marapi pada Level II (Waspada), sama seperti erupsi sebelumnya pada 16 April yang memuntahkan abu setinggi 800 meter dengan amplitudo 30,1 mm.

Meski tidak menyebabkan korban jiwa, abu vulkanik dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu pernapasan, dan merusak tanaman.

Pengamatan Pos Gunung Api (PGA) Marapi mencatat intensitas kolom abu tebal, menjulang vertikal sebelum condong ke selatan.

Seismogram merekam getaran stabil namun signifikan, memperlihatkan pola kegiatan magma yang berpindah ke permukaan.

Ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut membuat abu mudah menyebar ke wilayah penyangga, sehingga radius tiga kilometer disarankan steril dari aktivitas pendakian.

PVMBG mengimbau warga untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari kawah Verbeek. Penduduk di lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak harus menyiapkan evakuasi cepat jika hujan deras memicu lahar hujan.

Saat hujan abu berlangsung, masyarakat diimbau mengenakan masker penutup hidung dan mulut, menutup rapat jendela, serta membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.

Dengan pemantauan intensif dan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi, dampak erupsi Gunung Marapi dapat dikendalikan lebih baik dan risiko bencana diminimalkan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK