Antrean BBM Mengular, Kabut Asap Karhutla Kepung Kalteng
FAKTANASIONAL.NET -;Kondisi warga di Kalimantan Tengah masih dihadapkan pada dua persoalan sekaligus: kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah. Dikutip Redaksi dar…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET -;Kondisi warga di Kalimantan Tengah masih dihadapkan pada dua persoalan sekaligus: kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dikutip Redaksi dari Instagram/trendingbuzz.id pada 16 September 2026, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Palangka Raya dan Puruk Cahu, Kalimantan Tengah.
Situasi tersebut membuat sebagian warga memilih membeli Pertalite melalui pengecer.
Harga Pertalite di tingkat pengecer disebut mencapai Rp18.000 per liter, jauh di atas harga yang biasanya diperoleh masyarakat melalui SPBU.
Persoalan BBM berlangsung ketika kabut asap masih menyelimuti Palangka Raya.
Data BPBD Kota Palangka Raya hingga 13 September mencatat sebanyak 529 kejadian karhutla sejak status Siaga Darurat ditetapkan pada 1 Juni 2026.
Dari ratusan kejadian tersebut, luas area yang terbakar tercatat mencapai 1.055,56 hektare.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat harus berlangsung di tengah tekanan lingkungan dan kebutuhan dasar yang tidak mudah dipenuhi.
Warga bukan hanya harus berhadapan dengan kualitas udara yang terganggu akibat asap, tetapi juga menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Dengan demikian, persoalan di lapangan tidak hanya menyangkut karhutla, tetapi juga akses masyarakat terhadap kebutuhan energi sehari-hari ketika kondisi wilayah sedang dilanda kabut asap.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.