Fakta Nasional

BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional Dapur MBG Tidak Cair

FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan tiga penyebab dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cair ke rekening virtual account.  Persoalan tersebut berkaitan dengan…

Penulis: Aditya 📍 Indonesia Tuesday, 27 October 2026 📖 2 menit
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional Dapur MBG Tidak Cair
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional Dapur MBG Tidak Cair/Instagram

FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan tiga penyebab dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cair ke rekening virtual account. 

Persoalan tersebut berkaitan dengan pelaporan keuangan, ketepatan data penerima manfaat, hingga kedisiplinan dalam menggunakan anggaran.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa sejumlah SPPG belum dapat melayani penerima manfaat karena dana operasional belum tersedia di virtual account masing-masing. Kondisi ini terjadi ketika pengelola dapur tidak memenuhi ketentuan administrasi maupun penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.

Penjelasan tersebut disampaikan Tysa pada Senin, 26 Oktober 2026, menyusul laporan sejumlah SPPG yang menyatakan belum bisa menjalankan pelayanan Program MBG akibat kendala pencairan dana.

Penyebab pertama adalah tidak adanya laporan penggunaan dana harian melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN). Pelaporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban keuangan sekaligus mekanisme pemantauan penggunaan anggaran oleh pengelola SPPG.

"Yang pertama, karena SPPG yang bersangkutan tidak melakukan pelaporan penggunaan dana harian dalam SIPGN atau Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan," ujar Tysa dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Faktor kedua berkaitan dengan ketidaksesuaian data penerima manfaat yang dilayani dengan data yang telah ditetapkan. BGN menegaskan bahwa pelayanan harus mengacu pada data SPS-2 atau Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2.

"SPPG yang bersangkutan melayani penerima manfaat MBG yang tidak sesuai dengan data SPS-2, yaitu data Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2," jelasnya.

Kesesuaian data diperlukan agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran. Selain itu, pencatatan penerima manfaat harus sejalan dengan perencanaan anggaran yang telah ditentukan.

Penyebab ketiga adalah habisnya dana operasional akibat penggunaan anggaran yang tidak disiplin. Menurut Tysa, kondisi tersebut dapat terjadi ketika pengelola SPPG tidak menggunakan dana sesuai ketentuan dan perhitungan sebelumnya.

"Atau bisa saja SPPG yang bersangkutan itu juga mengalami kehabisan dana karena tidak disiplin dalam penggunaan dana sebagaimana yang telah ditetapkan dan diperhitungkan sebelumnya," pungkasnya.

BGN menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap prosedur pelaporan, kesesuaian data penerima manfaat, serta pengelolaan anggaran. Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian dalam memastikan dana operasional dapur MBG dapat digunakan sesuai peruntukannya.

Dengan demikian, kendala pencairan dana tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan anggaran, tetapi juga kepatuhan setiap SPPG terhadap mekanisme administrasi dan tata kelola keuangan yang berlaku.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK