Dukung Indonesia di Board of Peace, Elemen Pemuda Serukan Konsolidasi Persatuan Nasional
FAKTANASIONAL.NET – Langkah diplomasi Indonesia yang bergabung dalam Board of Peace (BoP) mendapat dukungan kuat dari berbagai organisasi pemuda dan intelektual. Keikutsertaan Indonesia dalam lembaga internasional tersebut dinilai strategis untuk me…
FAKTANASIONAL.NET – Langkah diplomasi Indonesia yang bergabung dalam Board of Peace (BoP) mendapat dukungan kuat dari berbagai organisasi pemuda dan intelektual.
Keikutsertaan Indonesia dalam lembaga internasional tersebut dinilai strategis untuk memperkuat posisi negara sebagai aktor kunci dalam perdamaian dunia.
Tiga organisasi, yakni Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN), Indonesia Millennials Center (IMC), dan Komunitas Rakyat Arus Depan Pancasila (Komrad Pancasila), memandang partisipasi aktif ini sebagai sarana menyuarakan prinsip kemanusiaan, termasuk dukungan bagi perdamaian di Palestina.
Memperkuat Diplomasi dan Kerja Sama Bilateral
Koordinator JIHN, Riswan Siahaan, menjelaskan bahwa masuknya Indonesia ke dalam BoP membuka pintu lebar bagi penguatan hubungan internasional dan kerja sama ekonomi maupun politik.
"Dalam masuknya Indonesia ke BoP menjadi salah satu komunikasi diplomasi dengan negara-negara Internasional, hubungan bilateral antar negara yang masuk dalam BoP memudahkan Indonesia untuk menjalin kerjasama apapun dengan negara lain," kata Riswan dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan bahwa bergabungnya Indonesia ke BoP menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog.
"Diplomasi damai dan penyelesaian konflik melalui dialog serta kerja sama multilateral semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional," lanjutnya.
Menjaga Marwah Politik Bebas Aktif
Isu keterlibatan Indonesia di BoP juga berkaitan erat dengan dinamika konflik global, seperti situasi di Gaza serta ketegangan antara Iran dan Israel-AS.
Dalam konteks ini, Indonesia diingatkan untuk tetap menjaga marwah politik luar negeri bebas aktif sembari memastikan kepentingan kemanusiaan tetap terlindungi.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Komrad Pancasila, Antoni Yudha, menekankan pentingnya solidaritas di dalam negeri guna mendukung langkah-langkah besar di tingkat dunia.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia harus bersatu dalam menghadapi isu ini demi stabilitas bangsa.
Seruan Konsolidasi Akbar
Menutup pernyataan sikap tersebut, Direktur Indonesia Millennials Center (IMC), Yerikho Manurung, menyerukan perlunya Konsolidasi Akbar Persatuan Nasional.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga organisasi sipil untuk memperkuat persatuan di tengah dinamika tantangan global saat ini.
Langkah ini dianggap penting agar keberhasilan diplomasi luar negeri di BoP dibarengi dengan kekuatan fundamental persatuan di dalam negeri dari berbagai daerah dan provinsi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.