Arab Saudi Merasa Ditinggal Sekutu Barat di Tengah Sengitnya Perang vs Houthi Yaman
FAKTANASIONAL.NET - Media Bloomberg membocorkan sebuah informasi dan fakta lapangan. Bahwa saat ini, Pemimpin Arab Saudi menyatakan kecewa terhadap pemerintah Inggris dibawah PM Andy Burnham. Yang menolak membantu Arab Saudi secara maksimal. Inggris…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Media Bloomberg membocorkan sebuah informasi dan fakta lapangan.
Bahwa saat ini, Pemimpin Arab Saudi menyatakan kecewa terhadap pemerintah Inggris dibawah PM Andy Burnham. Yang menolak membantu Arab Saudi secara maksimal.
Inggris hanya membantu minimal dan terkesan tidak serius membantu Saudi, yang saat ini sedang diserang oleh Houthi Ansharullah Yaman.
Ben Salman juga Marasa ditinggal oleh sekutu baratnya, AS juga sama, tidak serius mau membantu Saudi padahal Saudi sudah banyak menyetor uang ke Trump.
Arab Saudi sekarang berharap ke Turki dan Pakistan, yang juga sama, tidak all out mau membantu Saudi dalam perang melawan Houthi.
Saat ini, pemerintah Turki dan Pakistan sangat berhati-hati dalam menyikapi perang Saudi vs Houthi di Yaman. Karena penolakan keras yang dilakukan oleh rakyat Turki dan Pakistan yang menolak keterlibatan negara mereka memerangi Houthi.
Demonstrasi besar-besaran terjadi di Pakistan, demonstrasi juga terjadi di Turki melawan Erdogan jika Erdogan mau membantu Saudi di Yaman.
Erdogan tidak memberikan sikap tegas untuk membantu Saudi, karena tekanan dalam negerinya bisa meningkat tajam apabila Erdogan ikutan langsung dengan Saudi menyerang Yaman.
Rakyat Pakistan dan Turki lebih mendukung Turki melawan Israel bukan mendukung Saudi memerangi negara muslim seperti Yaman. Itulah kenapa ada demonstrasi disana dalam pekan ini dan pekan lalu.
Saudi saat ini terhitung sendirian menghadapi Houthi, dan Saudi saat ini babak belur diserang Houthi, setelah selama ini Arab Saudi berjaya menyerang Houthi seenaknya dengan dukungan barat dan Arab.
Saudi benar benar sedang menuai apa yang mereka lakukan di Yaman, berupa kejahatan belasan tahun yang merenggut puluhan ribu jiwa rakyat Yaman.
Baru kali ini dalam sejarah Saudi, mereka menghadapi perang eksistensial untuk mempertahankan monarki arab KSA yang mereka anggap kuat selama ini.
Serangan-serangan Houthi ke Saudi saat ini diluar prediksi banyak pengamat dan analis militer. Kemampuan Houthi menyerang Saudi dengan keras adalah pukulan yang mematikan yang belum pernah dirasakan Saudi selama berkonflik dengan Houthi.
Saat ini tidak ada tempat yang aman di Saudi kecuali Mekkah dan Madinah. Dan Houthi mengatakan bahwa serangan selama ini hanyalah ujicoba dan baru permulaan. Mereka siap memukul Saudi lebih keras lagi jika Saudi tidak menyerah dan keluar dari Yaman sepenuhnya.
Oleh: Tengku Zulkifli Usman
Sumber: FB @Tengku Zulkifli Usman
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.