Elena Rybakina Cetak Sejarah, Jadi Petenis Kazakhstan Pertama yang Rebut Peringkat 1 Dunia
FAKTANASIONAL.NET - Elena Rybakina menorehkan pencapaian bersejarah dalam dunia tenis setelah memastikan diri sebagai petenis nomor satu dunia pada akhir musim 2026. Petenis Kazakhstan berusia 27 tahun itu berhasil mengakhiri tahun dengan posi…
FAKTANASIONAL.NET - Elena Rybakina menorehkan pencapaian bersejarah dalam dunia tenis setelah memastikan diri sebagai petenis nomor satu dunia pada akhir musim 2026.
Petenis Kazakhstan berusia 27 tahun itu berhasil mengakhiri tahun dengan posisi teratas dalam peringkat WTA, sekaligus menjadi atlet pertama dari Kazakhstan yang mencapai prestasi tersebut.
Kepastian itu diperoleh Rybakina setelah mengalahkan Yulia Putintseva pada babak 16 besar Pan Pacific Open di Tokyo pekan ini.
Kemenangan tersebut membuatnya resmi mengamankan posisi World No. 1, baik dalam sejarah tenis tunggal maupun ganda, putra ataupun putri, Kazakhstan.
Musim 2026 menjadi periode luar biasa bagi Rybakina. Ia mengoleksi dua gelar Grand Slam dan mencatatkan 54 kemenangan sepanjang tahun.
Rybakina mengawali musim dengan gemilang melalui keberhasilannya menjuarai Australian Open. Ia mengalahkan Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 untuk meraih gelar major keduanya sepanjang karier.
Petenis Kazakhstan itu kembali berhadapan dengan Sabalenka pada final US Open. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Rybakina kembali keluar sebagai pemenang melalui pertarungan tiga set, sekaligus menutup musim Grand Slam dengan hasil impresif.
"Finishing the year as World No.1 in the PIF WTA Rankings for the first time is an incredibly special moment for me," kata Rybakina.
Ia mengaku bangga atas pencapaian dan konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim. Rybakina juga menyampaikan terima kasih kepada tim, sponsor, keluarga, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya.
"Saya sekarang menantikan untuk berkompetisi di WTA Finals dan berharap bisa mengakhiri musim dengan hasil yang bagus," ujarnya.
Meski berhasil memastikan peringkat satu dunia, Rybakina memutuskan mundur dari Pan Pacific Open setelah mengalami peradangan dan nyeri pada leher.
Dalam pernyataannya di situs WTA, ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut mengganggu kemampuannya bermain secara maksimal.
Keputusan mundur diambil setelah kemenangan atas Putintseva. Rybakina mengaku berat meninggalkan turnamen karena menyukai atmosfer pertandingan dan dukungan para penggemar di Tokyo.
Ia berharap dapat kembali tampil tahun depan. Selanjutnya, Rybakina menargetkan kesiapan untuk menghadapi WTA Finals yang berlangsung pada 8 hingga 15 November.
Sementara itu, ATP Finals dijadwalkan dimulai pada 15 November di Turin, Italia.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.